Akademisi Bahas Manfaat FABA untuk Industri

LISTRI KUPDATE – Sejumlah akademisi berdiskusi pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau limbah padat dari pembakaran batubara PLTU jadi bahan baku konstruksi dan infrastruktur bahkan pertanian.

Hal itu terungkap dalam diskusi virtual di program BTalk, Selasa (6/4/2021), yang menghadirkan sejumlah narasumber

Sebut saja, Kepala Center of Research Excellence (CoRE) on Mining Environment and Mine Closure Fakultas Teknik Pertambangan & Perminyakan ITB Rudy Sayoga Gautama, Kepala Laboratorium dan Transportasi Jalan Raya Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Yasrudin, mantan Menteri LHK & Menristek Gusti Muhammad Hatta, dan Sutikno, Kepala Bidang Energi ESDM Provinsi Kalsel.

Rudy mengatakan dalam batu bara, terdapat 3 komponen utama yang terdiri dari air, mineral meter, serta karbon di dalamnya.

Adapun FABA, dimanfaatkan dari hasil kandungan mineral meter yang telah diproses.

“Dari kandungan inilah, saat diuji dan dikaji ditemukan bahwa fly ash memiliki unsur penetral air asam tambang,” paparnya, seperti dikutip dari banjarmasin.tribunnews.com, Selasa (6/4/2021).

Menurutnya, Selain sebagai penetral air asam tambang di sekitar daerah pertambangan, FABA dapat dimanfaatkan sebagai bahan campuran konstruksi bangunan.

“Ini (FABA) sudah digunakan di daerah PLTU dalam upaya mengatasi dampak buruk terhadap lingkungan akibat pertambangan itu sendiri,” tambah Rudy.

Di sisi lain, Gusti Muhammad Hatta mengapresiasi adanya pencabutan FABA batu bara dari limbah B3.

Menurutnya, hadirnya PP 22 Tahun 2021, membuktikan bahwa sudah saatnya FABA dimanfaatnya sebaik-baiknya.

“Sekarang sudah berbeda zamannya. Limbah itu pun bisa juga menjadi bagian dari SDA,” lanjutnya.

Sementara itu, Yasrudin menyebutkan, FABA dapat digunakan untuk membuat paving block, batako, beton siap pakai, beton precast, bata merah, mortar beton hingga road base.

“Hasil yang telah ada sejauh ini, belum digunakan secara masif, masih dalam skala kecil di sekitar PLTU saja,” kata Ir Yasrudin.

Sebelumnya, PLN siap optimalkan pemanfaatan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau limbah padat dari pembakaran batubara PLTU jadi bahan baku konstruksi dan infrastruktur bahkan pertanian.

Hal ini menyusul dikategorikannya FABA menjadi Limbah Non Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sesuai PP 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.*

TERBARU

spot_img