Berminat Buka Usaha SPKLU? Segini Kuota Yang Dibuka PLN Untuk Swasta

Listrik Update-Perusahaan Listrik Negara (persero) membuka kesempatan bagi badan usaha swasta untuk menggarap stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Pada tahun ini ditargetkan sebanyak 168 SPKLU dapat beroperasi. Dari jumlah tersebut sekitar 60 persen merupakan kuota yang diberikan kepada badan usaha swasta.

Vice President of Technology Development and Standarization PLN Zainal Arifin, mengatakan PLN membuka peluang kerja sama dengan swasta untuk mendirikan SPKLU seperti SPBU pada Pertamina.

“PLN membuka peluang kerjasama, seperti SPBU Pertamina. Dari 168 SPKLU itu 40 persen saja yang dieksekusi PLN. 60 persennya kita tawarkan siapapun yang berminat,” kata Zainal Arifin dalam webinar di Jakarta, Kamis (20/5).

Zainal menuturkan proyek 168 SPKLU pada tahun ini merupakan bagian dari peta jalan pembangunan SPKLU dalam 10 tahun mendatang. Hanya saja dalam acara tersebut dia tidak membeberkan besaran nilai investasi dari proyek tersebut. Zaenal menerangkan model bisnis SPKLU mirip dengan SPBU Pertamina yakni POPO (partner owned partner operated) dan COCO (company owned company operate).

“Sudah ada perusahaan swasta yang berminat (membangun) di Jakarta,” ujarnya.

Sesuai Peraturan Menteri ESDM Nomor 13 Tahun 2020 tentang Penyediaan Infrastruktur Pengisian Listrik Untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan berbasis baterai dilaksanakan melalui penugasan kepada PLN.

Namun demikian, dalam pelaksanaan penugasan tersebut, PLN dapat bekerja sama dengan Badan  Usaha Milik Negara (BUMN) dan atau Badan Usaha lainnya. SPKLU disediakan oleh Badan Usaha SPKLU, yaitu pemegang IUPTL terintegrasi dan pemegang IUPTL penjualan yang memiliki wilayah usaha untuk melakukan penjualan tenaga listrik di SPKLU.

TERBARU

spot_img