E-Procurement Academy Wadah Belajar Berbasis Digital untuk Jajaran PLN

LISTRIKUPDATE.COM– PT PLN (Persero) melahirkan E-Procurement Academy. Transformasi ini sebagai wadah pembelajaran berbasis digital bagi seluruh jajaran PLN dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya.

E-Procurement Academy diinisiasi PLN sebagai upaya untuk membangun dan meningkatkan kompetensi insan PLN di bidang pengadaan barang dan jasa.

Direktur Manajamen Sumber Daya Manusia PLN Syofvi F. Roekman mengharapkan terobosan ini akan memberi manfaat besar bagi PLN dan pengguna lain di lingkungan BUMN.

“Dengan adanya terobosan ini, kami manajemen PLN berharap proses belajar bagi insan PLN di seluruh Indonesia untuk meningkatkan knowlegde, skill, kapasitas dan kapabilitas berdasarkan best leading practice khususnya di bidang pengadaan barang dan jasa,“ kata Roekman saat acara Launching E-Procurement Academy.

Dengan platform baru ini, maka menurut Roekman, proses pengadaan akan semakin mudah tanpa harus mengorbankan banyak waktu, tenaga dan biaya untuk melakukan pembelajaran tatap muka.

Sepanjang tahun 2020 lalu, kata dia, pengeluaran belanja PLN mencapai Rp276,6 triliun yang menunjukkan fungsi pengadaan barang dan jasa di PLN bernilai besar.

Selain itu, hal ini menunjukkan pengadaan barang dan jasa memiliki posisi yang sangat penting karena punya kompleksitas tinggi.

Sehingga dengan platform E-Procurement Academy diharapkan akan membuat PLN menjadi lebih efisien.

Roekman juga berharap dengan tersedianya platform E-Procurement Academy yang dikelola oleh PLN Pusdiklat, menandakan kesiapan insan PLN untuk menjawab kebutuhan dan tuntutan akan insan-insan pengadaan barang dan jasa yang kompeten, profesional, memiliki pengetahuan yang luas.

Terlebih dapat melaksanakan proses pengadaan barang dan jasa sesuai pedoman yang berlaku.

Pembentukan E-Procurement Academy sendiri dimulai dari rilis Transformasi PLN tahun lalu dan ditindaklanjuti dengan pembentukan tim Initiative Owner dan Subinitiative Owner transformasi pada Agustus 2020.

Kemudian Project Management Office Procurement Excellence BUMN menindaklanjuti dengan penugasan PLN sebagai penanggung jawab inisiatif utama untuk sharing dan education di lingkungan BUMN.

Sehingga platform E-Procurement Academy kemudian disesuaikan untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut.

Senada dengan itu, Komisaris Utama PLN Amien Sunaryadi menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas platform E-Procurement Academy.

Amien mengaku berdasarkan pengalaman kerjanya di beberapa lembaga internasional, model pelatihan yang dihadirkan dalam E-Procurement Academy akan efisien dan efektif.

Terlebih untuk memberi standarisasi cara kerja dan cara pikir di berbagai kantor PLN seluruh Indonesia.

Untuk itu ia mendorong agar pengembangan berkelanjutan dapat dilakukan.

“Saya mendorong PLN agar terus mengembangkan E-Procurement Academy supaya ke depan dapat jadi wadah sinergi bagi insan pengadaan di tingkat BUMN,” kata Amien.

Sebagai informasi, setelah untuk internal PLN, peluncuran perdana akan dilakukan untuk BUMN pada tanggal 17 Agustus 2021 mendatang.

Platform E-Procurement Academy juga akan terus dikembangkan untuk mengakomodasi kebutuhan BUMN yang terbagi dalam 3 lini.

Lini pertama yakni diklat pedoman pengadaan barang untuk sertifikasi pengadaan untuk seluruh BUMN.

Kedua, digital procurement tools untuk pengembangan diklat pedoman pengadaan barang dan jasa, yang mengacu dari buku biru BUMN.

Terakhir, procurement general knowledge untuk pengembangan materi lain terkait procurement, baik dari BUMN lain ataupun dari eksternal yang akan tersedia dalam satu platform terintegrasi.

TERBARU

spot_img