Ganti Tower Yang Roboh Akibat Badai Seroja, PLN Butuh Waktu 3 Bulan

Listrik Update-Perusahaan Listrik Negara (Persero) memperkirakan pembangunan tower listrik permanen di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) akan membutuhkan waktu tiga bulan. Tower itu akan mengganti dua tower yang roboh akibat diterjang badai siklon tropis seroja.

Sebelumnya, PLN telah membangun dan mengoperasikan tower emergency untuk memulihkan listrik di 4 kabupaten di Pulau Timor.

Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda, mengatakan, saat ini pembangunan tower permanen dalam tahap perencanaan dan survei lokasi.

“Tim sudah survei mengenai kondisi tanah. Jangan sampai membangun tower di tanah yang labil. Jadi kami harus perhitungkan kondisi tanah dengan konstruksi yang dibutuhkan agar kokoh dan tidak gampang roboh diterjang angin,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (10/5/2021).

Dia melanjutkan, saat ini ada dua tower yang tidak bisa digunakan sehingga diganti dengan satu tower emergency. Menurut dia, minimal akan dibangun dua tower permanen untuk menggantikan tower yang roboh tersebut.

“Setidaknya kami harus membangun kembali tower yang roboh dan miring minimal ada dua. Saya belum bisa memastikan jumlahnya karena tergantung dari hasil survei. Kalau survei melingkarnya agak panjang tentu akan menambah tower,” jelasnya.

Terkait biaya, PLN saat ini masih menghitung dana yang dibutuhkan untuk pembangunan tower tersebut. Diharapkan pembangunan tower permanen bisa selesai dalam waktu tiga bulan.

“Mudah-mudahan tiga bula ke depan sudah bisa terbangun yang permanen ini. Kami membutuhkan dukungan semua pihak dari pemerintah daerah, masyarakat, agar tower bisa segera terbangun sehingga diliputi rasa cemas dan was-was karena towernya emergency,” tuturnya.

 

TERBARU

spot_img