Indonesia Harus Tunjukan pada Dunia Bisa Kelola Sendiri Blok Rokan

LISTRIKUPDATE.COM– Menteri BUMN Erick Thohir optimistis bahwa perusahaan dalam negeri bisa mengelola sendiri Blok Rokan, salah satu tulang punggung penghasil minyak Tanah Air.

Blok Rokan sendiri merupakan penyumbang 25 persen produksi minyak nasional dan sejak 1971 atau sekitar 47 tahun dikelola oleh perusahaan migas asal Amerika Serikat, PT Chevron Pacific. Kini perusahaan dalam negeri, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), sudah mengambil alih pengelolaannya.

Erick mengatakan, momen bersejarah ini menjadi pelecut semangat bagi putra-putri Indonesia, khususnya PLN, untuk menunjukkan kepada dunia bahwa bangsa dan rakyat Indonesia sudah mampu untuk mengelola segala potensi sumber dayanya secara mandiri.

Ia pun menaruh harapan dengan PLN dan Pertamina untuk mengelola Blok Rokan secara mandiri tanpa melibatkan pengusaha internasional.

Erick berpesan, PLN memberikan pasokan listrik dengan kualitas yang baik dan andal untuk memastikan produksi di blok yang dikelola Pertamina Hulu Rokan (PHR) bisa berjalan baik.

“Kami percaya, PLN mampu menjaga keandalan pasokan listrik di Blok Rokan. Kita harus membuktikan, bahwa BUMN mampu mengelola aset-aset semacam ini,” katanya saat meninjau fasilitas MCTN, Selasa (10/8/2021).

Erick yakin terbentuknya kolaborasi antarBUMN (sesuai value BUMN kolaboratif), PLN dan Pertamina, akan menjadikan kinerja yang lebih ekonomis dan efisien serta mampu mendukung pengembangan sumur-sumur minyak Pertamina Hulu Rokan dengan skala keekonomian yang lebih baik untuk ketahanan energi nasional.

Menurut dia, pengelolaan Blok Rokan dilihat sebagai satu kesatuan. Pertamina sebagai pengelola bertanggung jawab menjaga kualitas produksi minyak, sementara PLN memastikan mendukung pasokan listrik untuk blok migas tersebut.

Ia juga berharap ke depannya akan semakin terbuka peluang bagi PLN untuk ikut berkontribusi dalam penyedian ketenagalistrikan bagi lokasi-lokasi Blok Migas lainnya. Peluang ini tentu harus bisa ditangkap oleh PLN Group.

“Saya berterima kasih kepada PLN, telah mendukung transformasi yang kami harapkan. Saat ini, PLN tentu tidak hanya melakukan inovasi, dan teknologi, tetapi juga meningkatkan kualitas human capital,” tambahnya.

Keandalan Listrik Blok Rokan Terjaga

Turut mendampingi kunjungan kerja Menteri BUMN, Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, Nicke Widyawati.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini memastikan keandalan listrik untuk Blok Rokan terjaga.

Zulkifli mengatakan komitmen untuk menjaga keandalan listrik Wilayah Kerja (WK) Rokan merupakan upaya PLN demi menjaga ketahanan serta kedaulatan energi di Tanah Air.

“Sebagai anak bangsa, kami ingin Blok Rokan tetap dapat produktif menjadi salah satu sumber minyak nasional. Ini tentu akan mendukung ketahanan serta kedaulatan energi nasional,” papar Zulkifli.

Dengan kebutuhan listrik sebesar 400 megawatt (MW), PLN merencanakan 2 tahap yaitu masa transisi dan masa permanen.

Pada masa transisi, PLN memanfaatkan pembangkit listrik eksisting yang akan berlangsung selama 3 tahun.

PLN telah mengakuisisi saham perusahaan pembangkit eksisting yang selama ini melistriki WK Rokan, yaitu PLTG North Duri Cogen 300 MW dan didukung PLTG Minas dan Central Duri sebesar 130 MW.

Untuk tahap kedua, masa layanan permanen akan pasokan listrik akan dialiri dari sistem kelistrikan Sumatera.

Saat ini, PLN sedang melakukan interkoneksi sistem Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera.

HSSE Prioritas dalam Operasional

Sementara Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai prioritas dalam operasional.

Ia juga menyentil tentang visi usaha Pertamina ke depannya kepada pekerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Menurut Nicke akan ada transisi energi dari bahan bakar fosil ke arah energi baru dan terbarukan.

“Oleh karena itu kita harus fokus mengubah operasional kita ke arah yang lebih ramah lingkungan,” katanya dalam rilis Pertamina.

Nicke juga menjelaskan berbagai upaya yang dilakukan Pertamina merespons transisi energi untuk keberlangsungan usaha masa depan Pertamina, termasuk mengintegrasikan kilang-kilang dengan petrochemical.

“Kita akan masuk ke petrochemical yang pertumbuhannya akan meningkat terus. Dalam 5-10 tahun terakhir, pertumbuhannya 3,5 persen akan meningkat ke 5,5 persen per tahun. Jadi kita akan beralih dari fuel ke petrochemical dengan basis minyak yang kita miliki,” kata Nicke.

Selamat

Terpisah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat kepada PT Pertamina Persero yang telah mengambilalih pengelolaan blok Rokan dari perusahaan asal Amerika Serikat, Chevron Pacific Indonesia (CPI).

Hal itu disampaikan Jokowi melalui video yang diunggah Instagram resmi PT Pertamina, Rabu (11/8/2021).

“Selamat atas kembalinya pengelolaan Blok Rokan ini ke bawah pangkuan ibu pertiwi, selamat bekerja untuk seluruh tim dari Pertamina,” kata Jokowi.

TERBARU

spot_img