Luhut Minta Serius Transisi ke EBT, PLN Nyatakan Siap

LISTRIKUPDATE.COM– Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta agar PLN serius melakukan transisi energi melalui pengembangan energi baru terbarukan (EBT).

PLN menurut dia, tidak boleh main-main dengan peringatannya ini, sebab pemerintah serius dalam mendorong perusahaan setrum pelat merah itu untuk melakukan transisi energi melalui pengembangan EBT.

Permintaannya itu memang cukup sulit bagi PLN, mengingat saat ini mayoritas sistem kelistrikan di Indonesia masih didominasi oleh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara.

Meski begitu, Luhut optimistis PLN dapat melakukan transisi energi dengan cepat. Apalagi ada bantuan dari Energy Transition Mechanism (ETM) yang telah membuat konsep dukungan untuk mempensiunkan dini PLTU.

“PLN gak boleh main-main lagi karena paling banyak yang masuk ke situ PLN. Kalau gak bisa, berhenti saja. Kalau tidak nanti bangsa ini tak dihormati orang. Susah, tapi kita harus cari jalan keluarnya,” kata Luhut dalam acara Realigning With Global Net-Zero Commitments, Senin (20/09/2021), sebagaimana dilansir Katadata.co.id.

Menurut dia saat ini banyak perusahaan global yang mulai memperhatikan penggunaan listrik bersih untuk operasional bisnisnya.

Perusahaan-perusahaan tersebut mempunyai komitmen kuat untuk menghasilkan produk ramah lingkungan (green product).

“Kita sudah mengarah ke situ dan Presiden sudah arahkan kami dan PLN harus ikut. Kalau mereka gak ikut dia menahan diri kalau gak bisa dia berhenti saja,” katanya.

Sementara Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, semakin lambat PLN menyerap sumber energi primer dari EBT, maka diperkirakan PLN sulit mencari pendanaan khususnya di pasar keuangan global, sebagai insentif beralih ke EBT.

Menurutnya, skema ini nantinya lebih pas dibahas di tataran peraturan presiden atau peraturan menteri.

“Yang jelas dalam revisi UU Ketentuan Umum Perpajakan sudah terbuka pembahasan adanya pajak karbon jadi hanya teknisnya saja nanti pengaturan insentif bagi PLN,” katanya.

PLN Siap

PT PLN siap memimpin transisi energi melalui pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam sektor ketenagalistrikan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini dalam acara UN Global Compact Virtual Leaders Summit 2021.

Acara ini merupakan agenda yang mempertemukan Kepala Negara, petinggi PBB, para pemimpin bisnis, akademik, dan organisasi non-pemerintah.

Khususnya untuk membahas krisis global yang berkaitan dengan perubahan iklim, pandemi global Covid-19, ketimpangan sosial dan lain-lain.

“Akan ada penambahan kapasitas di 2060 sebesar 1.500 TeraWatt hour (TWh), artinya lima kali lipat dari kapasitas listrik di tahun ini. PLN punya komitmen penambahan kapasitas itu akan berbasis pada renewable energy,” kata dia beberapa waktu lalu.

Menurutnya pengembangan EBT menjadi prioritas penting bagi PLN. Terutama guna mengejar target bauran EBT sebesar 23% di tahun 2025.

Pembangkit-pembangkit EBT diproyeksikan akan terakumulasi mencapai 10 GigaWatt (GW) pada 2025 dan meningkat lagi hingga 15 GW pada 2029.

Selain itu, EBT di masa depan bukan hanya sebatas energi yang intermiten, melainkan sebagai pemikul beban dasar (base load) yang akan bersaing dengan energi fosil.

Di saat itulah, menurutnya pengembangan dan penerapan energi terbarukan akan menjadi kekuatan PLN untuk penyediaan listrik ramah lingkungan.

Zulkifli juga menjelaskan, PLN akan mulai memensiunkan pembangkit-pembangkit tua yang subcritical pada 2030.

Dalam jangka pendek, pembangkit yang masih berbasis bahan bakar minyak (BBM), akan diganti dengan pembangkit-pembangkit berbasis renewable, dan base load.

“Kami mengubah BBM yang mahal, impor, dan menimbulkan polusi, untuk secara penuh bergeser pada energi murah, berbasis kekuatan domestik, dan ramah lingkungan,” ujarnya.

TERBARU

spot_img