Menyambut FABA; Negara Hemat, Lingkungan Aman

Listrik Update – Fly ash dan bottom ash (FABA) tak lagi masuk limbah B3. Hal itu berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Masyarakat umum sudah bisa memanfaatkan limbah tersebut. Dampak dari itu, bangunan tak lagi berpatokan dari galian C yang merusak lingkungan. Dengan menggunakan FABA Negera lebih hemat karena tak harus menyediakan tempat penampungan landfill.

Landfill merupakan tempat penimbunan fly ash dan bottom ash (FABA) menggunung di PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan (UIK) Tanjung Jati B, Tubanan, Kembang, Jepara. Ada dua landfill. Satu di antaranya penuh.

FABA yang menggunung di landfill pertama mencapai 1,6 juta meter kubik. Sementara di landfill kedua berkapasitas 3,2 juta meter kubik.

Tersisa 2,9 juta meter kubik. Sementara potensi FABA yang dihasilkan dari pembangkit listrik tiap bulannya mencapai 35 ribu ton. Terdiri dari 30 ribu fly ash dan 5 ribu bottom ash (lihat grafis).

Selama ini pemanfaatan limbah FABA hanya sekitar 20-30 persen untuk bahan campuran semen dan sejenisnya. Padahal FABA tersebut dapat dimanfaatkan untuk material pembangunan infrastruktur. Seperti betonisasi jalan atau pembuatan paving blok dan batako.

Hal ini telah diujicobakan PLN Tanjung Jati B Jepara (TJB). Sebanyak 12 rumah warga Jepara dibangun menggunakan paving blok dari FABA. Lewat program CSR bedah rumah. Juga beberapa ruas jalan di lingkungan PLN TJB juga dibeton menggunakan bahan campuran FABA.

Sementara itu, Rahmat Azwin menjelaskan jika FABA merupakan alternatif penganti pasir jika pihak-pihak yang concern lebih masif menginovasi FABA pada pembangunan infrastruktur.

“Artinya FABA sangat mungkin untuk dimanfaatkan sebagai bahan alternatif pengganti pasir. Dengan catatan termanfaatkan betul oleh masyarakat atau pihak yang concern menginovasikan FABA pada pembangunan infrastruktur,” kata General Manager PLN TJB Rahmat Azwin melalui Asisten Manager Komunikasi Grahita Muhammad kemarin.

Munculnya PP No. 22 tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, FABA tak lagi masuk daftar limbah B3.

Maka penggunaannya sangat mudah dan efektif. Sebagai bahan baku kontruksi pengganti semen pozzolan.

“FABA tidak lagi dikategorikan limbah. Artinya ketika keluar dari PLTU, FABA bisa dimanfaatkan,” tuturnya.*

Hal ini juga ditunjukkan oleh beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Eropa, Australia atau Jepang yang tidak mengkategorikan FABA sebagai limbah B3, padahal negara tersebut memiliki standar dan regulasi lingkungan yang lebih ketat.

Sehingga pemanfaatan dan pengolahannya dapat menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi dan tidak memerlukan biaya perawatan atau penumpukan yang dapat memakan biaya triliunan pertahun.*

TERBARU

spot_img