Pemanfaatan FABA, APBI: di Negara Maju Sudah Masif

Listrik Update- Langkah Presiden Joko Widodo menghapus Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari daftar limbah berbahaya ditanggapi positif oleh Asosiasi Perusahaan Batubara Indonesia (APBI). APBI menilai kebijakan ini tepat karena memang pengelolaan FABA di negara maju sudah masif dilakukan.

Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia, menjelaskan bahwa negara-negara naju sudah terlebih dulu memanfaatkan FABA ini menjadi bahan baku konstruksi. Karenanya, langkah pemerintah mengeluarkan FABA dari limbah kategori B3 harusnya didukung dan ditindaklanjuti.

“Ini best practice banyak negara. Ini bisa dimanfaatkan secara umum. China, Jepang, Vietnam. Sebagai bangunan semen dan jalanan. Di jepang, bendungan Fukushima itu bahan bakunya dari limbah batu bara. Jadi kenapa nggak kita belajar dari itu,” ujar Hendra dalam keterangan Pers yang diterima Listrik Update, Minggu (14/3).

Hendra menjelaskan banyak perusahaan tambang batu bara yang khususnya punya PLTU melakukan kajian pemanfaatan FABA ini. Dari hasil kajian juga diperoleh bahwa bahan baku dari FABA ini aman digunakan.

“Sudah dilakukan uji coba sebenarnya. Tapi untuk pemakaian masal memang belum karena masih harus ada clearence kan,” ujar Hendra.

Hendra mengakui pemanfataan FABA itu masih dalam skala kecil. Padahal, dalam setahun produksi FABA dari PLTU yang ada mencapai 10-15 juta ton. Selama ini tidak termanfaatkan secara baik hanya ditimbun tanpa pengelolaan.

“Timbunan yang serampangan ini malah yang membuat resiko buruk kepada lingkungan. Kalau bisa dimanfaatkan ini malah mempunyai nilai tambah,” ujar Hendra.

Disatu sisi, kata Hendra dengan diizinkannya perusahaan batu bara mengelola FABA ini maka sebenarnya bisa mengurangi ongkos pengangkutan dan pengelolaan. Sebab, tak bisa dipungkiri untuk mengelola FABA ini butuh biaya yang tidak sedikit.

“Rata rata 10-15 juta yang dihasilkan tiap tahunnya. Ini memberatkan secara operasional perusahaan. Padahal itu bisa dimanfaatkan. Kalau bisa dimanfaatkan bisa lebih ringan biaya operasionalnya. Bagi pemerintah yang subsidi PLN kan bisa kurang, biaya operasional pembangkit juga bisa berkurang kan,” ujar Hendra.

TERBARU

spot_img