Pemanfaatan FABA: dari Limbah Jadi Rumah

LISTRIKUPDATE – Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, menghapus Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari daftar limbah B3 alias bahan berbahaya dan beracun.

FABA tak lain adalah limbah padat hasil pembakaran batu bara di PLTU, boiler, dan tungku industri untuk bahan konstruksi.

Pertanyaannya, setelah dikeluarkan dari B3, bisa kah FABA ini dimanfaatkan? Jawabannya, bisa.

PT PLN (Persero) berhasil memanfaatkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) PLTU Tanjung Jati B (TJB) untuk kegiatan CSR berupa material pembangunan rumah warga tidak mampu.

Hal ini merupakan salah satu cara untuk pemanfaatan FABA PLTU batubara yang dikelola secara mandiri.

General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (PLN TJB), Rahmat Azwin menyatakan bahwa sejak bulan Agustus 2019 PLN TJB telah mengantongi izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam pemanfaatan FABA menjadi batako, paving, dan beton pracetak.

Sehingga pada bulan September PLN TJB mulai membangun rumah warga kurang mampu yang berada di sekitar PLTU.

Pasangan suami-istri Samsuri (80 tahun) dan Sutinah (75 tahun) berlokasi di Desa Kaliaman Kecamatan Kembang, merupakan salah satu penerima pembangunan rumah yang dibuat dari hasil pemanfaatan limbah PLTU.

rumah hasil pembangunan oleh FABA
Renovasi rumah warga dengan memanfaatkan material dari FABA

Menurut Samsuri rumahnya dulu kerap kali bocor saat hujan dan rumahnya tak layak huni.

“Dulu atap bocor, dindingnya dari gedek (anyaman bambu), sekarang rumah sudah layak huni, Atap dan temboknya kuat,” ujar Samsuri.

Meskipun diakui penyerapan FABA melalui skema CSR untuk bedah rumah belum signifikan, Azwin tetap optimis bahwa terobosan ini bisa menjadi langkah awal untuk pemanfaatan yang lebih luas lagi.

Rumah yang dibangun PLN TJB adalah tipe 72. Butuh sekitar 1600 batako yang akan menyerap 11 ton FABA. Targetnya pada tahun ini akan dibangun 10 rumah namun sampai saat ini baru 3 rumah yang dibangun.

Pemanfaatan FABA PLTU TJB di empat tahun terakhir memang sedang mengalami penurunan. Fly ash turun 60% dan bottom ash turun 70% dari tahun sebelumnya.

Dari produksi fly ash 361 ribu ton per tahun pemanfaatannya hanya 30% oleh batching plant dan pabrik semen. Sisanya, sebanyak 70% ditimbun di landfill. Sedangkan untuk bottom ash hanya 7 persen dari total produksi 66 ribu ton.

“Masih ada 61 ribu ton setiap tahun FABA yang belum termanfaatkan”, ujar Azwin.

Diharapkan pemanfaatan FABA dalam pembangunan infrastruktur dapat terus berkembang karena banyaknya manfaat yang dapat diperoleh.

Salah satunya adalah mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan akibat penambangan pasir.

TERBARU

spot_img