Pemimpin Gereja Katolik Ende Apresiasi PLN Terkait Pemanfaatan FABA

LISTRIK UPDATE -Uskup Keuskupan Agung Ende, Mgr. Vincentius Sensi Potokota, mengapresiasi langkah PLN UPK Flores karena memanfaatkan FABA Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Ropa Ende  menjadi batako, yang selanjutnya bisa digunakan untuk program bedah rumah masyarakat miskin dan pembangunan tempat-tempat ibadah, termasuk gereja.

Hal ini disampaikannya saat mendengar presentase Lambok Siregar, Manager PT. PLN UPK Flores, saat menyambanginya di  Istana Keuskupan Agung Ende, Minggu (14/3/2021).

Kedatangan Lambok Siregar untuk persentase inovasi yang saat ini tengah dilakukan oleh Pemda Ende dan PLN UPK Flores, antara lain pemanfaatan FABA atau limbah batu bara dan Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS).

Pemanfaatan FABA ini mengacu pada undang-undang nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH).

Dalam UU tersebut dijelaskan pengolahan limbah batu bara dalam hal ini Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) hanya ada tiga yakni landfill, pengangkutan dan pemanfaatan.

Pemerintah juga telah menghapus limbah batubara dari daftar kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Penghapusan tersebut tertuang pada peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Pada pasal 459 ayat 3 (C) dijelaskan Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari kegiatan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan kegiatan lainnya tidak termasuk sebagai limbah B3, melainkan non-B3.

Sementara pengembangan TOSS untuk energi kerakyatan, yang mana dari dari sampah-sampah biomassa bisa dibuat pellet untuk subtitusi penggunaan batu bara di PLTU Ropa. Selain itu, pellet itu juga bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor.

Lambok mengatakan, dalam rangka menyukseskan TOSS PT. PLN UPK Flores juga menggandeng Keuskupan Agung Ende untuk pelatihan pembuatan pellet bagi siswa-siswi di SMK yang dikelola oleh Keuskupan Agung Ende.

“Bapa Uskup sangat mendukung inovasi FABA  dan TOSS Ende untuk mengangkat derajat masyarakat kecil. Akan di tindaklanjuti dengan MoU antara PLN UPK Flores dan Uskup Ende,” kata Lambok Siregar.

Sementara itu, Mgr. Vincentius, mengapresiasi inovasi pemanfaatan Faba dan TOSS.

“Saya mendukung pemanfaatan FABA dengan semangat gotong-royong. Pemanfaatan FABA untuk masyarakat, kecil,” ungkapnya.

Uskup juga mendukung program TOSS. “Saya doakan supaya – supaya ini terberkati oleh Tuhan sendiri. Semoga terus maju TOSS Ende dari Flores Ende untuk Indonesia,” kata Mgr. Vincentius.

TERBARU

spot_img