Salurkan Listrik Ke 39 Desa Terpencil Di NTT, PLN Tuai Apresiasi

NTT 14 Februari 2021- Bulan januari tahun 2021, PLN berhasil meningkatkan rasio desa berlistrik di NTT menjadi 95,47 persen.  Angka ini bertambah 8,16 persen jika dibandingkan dengan Rasio Elektrifikasi (RE) pada bulan desember 2020 yang hanya sebesar 87,31 persen.

Meningkatnya Rasio Elektrifikasi di NTT ini terjadi setelah  PLN berhasil merealisasikan hadirnya listrik kepada 8.234 calon pelanggan yang tersebar di 39 desa di NTT.

Menurut General Manager PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, Agustinus Jatmiko, untuk melistriki 39 desa tersebut, PLN membangun jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 189,80 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 132,69 kms, dan Gardu sebanyak 44 buah dengan kapasitas daya 2200 kiloVolt Ampere (kVA).

“Semoga dengan hadirnya listrik dapat meningkatkan roda perekonomian seperti UMKM, hasil laut, kerajinan, kios, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” harap Jatmiko.

Kerja keras yang dilakukan oleh PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat terdampak. Belasius Juma, Salah satu warga Desa  Nanga Bere, Kabupaten Manggarai Barat, mengaku sangat bersyukur dan bergembira atas hadirnya listrik di desanya.

“Sekarang sudah ada listrik dari PLN, kami dapat menggunakan listrik di siang hari untuk usaha kami seperti meubel dan membuat es batu sendiri sehingga hasil laut yang di dapat bisa bertahan lebih lama. Ini sungguh bermanfaat bagi kami dan menunjang perekonomian masyarakat,” ucap Blasius

Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Rana Kulan Kabupaten Manggarai Timur, Rudolfus Ndate kepada PLN atas  keberhasilannya menghadirkan listrik di desa mereka. “Semoga dengan hadirnya listrik ditengah masyarakat ini, dapat kita manfaatkan untuk peningkatan ekonomi dan peningkatan waktu belajar anak-anak dalam situasi pandemi seperti saat ini,” ungkap Rudolfus.

TERBARU

spot_img