Sampah Jadi Sumber Energi Listrik, Kenapa Tidak?

LISTRIK UPDATE – Makin meningkatnya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memaksa pemerintah mengambil manuver cepat untuk mengatasinya.

Salah satu solusi yang diunggulkan adalah penggunaan insinerator (mesin pembakar sampah-red) untuk menjadikan sampah sebagai sumber energi listrik.

Niat pemerintah ditandai dengan penerbitan peraturan pemerintah yang melegitimasi adanya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) seperti Peraturan Presiden (Perpres) no.18 Tahun 2016, Perpres No. 97 Tahun 2017.

Pemerintah sudah mengajukan adanya insenerator di 12 kota di Indonesia seperti TPA Bandung, Surabaya, Semarang, Solo, Bekasi, Manado, Jakarta, Denpasar, Palembang, Makasar, Tangerang, dan Kalimantan.

Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana membangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa).

Pernyataan itu disampaikan Bupati Malang Sanusi, saat memberikan sambutanya ketika menghadiri seminar dan webinar Talkshow HPSN tahun 2021 yang bertempat di TPA (tempat pembuangan akhir) Wisata Edukasi Talangagung, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Selasa(2/3/2021).

Untuk mewujudnyatakan gagasan tersebut, Sanusi mengklaim telah berkoordinasi secara intens dengan berbagai pihak terkait, termasuk PLN.

“Masih dalam wacana dan perencanaan, saat ini masih dalam pembicaraan. Nantinya sampah ini bisa dijadikan sebagai pembangkit listrik tenaga sampah,” ucapnya.

Untuk merealisasikan energi baru terbarukan (EBT) berupa PLTSa tersebut, telah disiapkan di wilayah lahan di Singosari, Kabupaten Malang.

“Akan dibangun PLTSa di Malang, salah satunya di Desa Randuagung, Singosari,” papar Sanusi.

Sanusi juga mengaku tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Sudah ada pembicaraan dengan Pemprov, Pemkab Malang akan terus mendorong program dari pusat ini,” lanjutnya.

Meski mengaku sudah menyiapakan lahannya, namun Sanusi masih belum bisa memastikan berapa luas lahan yang akan digunakan untuk merealisasikan PLTSa tersebut.

“Tentunya akan disesuaikan dengan kebutuhan, ini masih dalam tahap perencanaan. Nanti berapa butuhnya, kita (Pemkab) Malang penuhi. Tergantung dari pusat, karena ini proyek dari pemerintah pusat,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, dengan adanya PLTSa ini sampah yang ada di Kabupaten Malang semakin bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.

“Sehingga sampah ini tidak sekadar menjadi sampah saja, tetapi juga bisa dijadikan barang berharga selain dijadikan sebagai pupuk,” terangnya.

TERBARU

spot_img