Yuk, Kenali Perbedaan Community Services dengan Community Empowering Dalam Program PLN Peduli

LISTRIK UPDATE – PT PLN (Persero) telah berkomitmen menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Selain itu, PLN terus mengupayakan tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

Tiga aspek penyediaan listrik, yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan, menjadi prioritas perusahaan plat merah itu.

Salah satu langkah mewujudkan ketiga aspek itu adalah melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli.

Ada dua kegiatan yang dilaksanakan dalam program PLN Peduli di antaranya: Community Services dan Community Empowering.

Program bantuan dalam kegiatan community services  berkaitan dengan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. Antara lain bantuan bencana alam, bantuan peningkatan kesehatan di sekitar instalasi PLN, bantuan sarana umum, bantuan perbaikan sarana ibadah dan bantuan sarana air bersih.

Di Bali, PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali menyalurkan bantuan Corporate Social Responsibility/ Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (CSR/TJSL) melalui program PLN Peduli pada Kamis 11 Februari 2021.

Bantuan yang diberikan antara lain berupa Rumah Ibadah, Sarana dan Prasarana Umum serta pengentasan kemiskinan dengan total nilai sebesar Rp 1.153.058.000.

Bertempat di Gedung Serbaguna PLN ULP Gianyar, Bali, bantuan diberikan kepada 14 penerima manfaat. Penyerahan bantuan dilaksanakan oleh perwakilan PLN UID Bali dan PLN UIP JBTB 1.

Manager Komunikasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali, I Made Arya dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan PLN Peduli ini disalurkan setelah mengevaluasi permohonan dan kebutuhan masyarakat setempat khususnya di Gianyar, Tabanan, Bangli dan Buleleng.

“PLN sebagai perusahaan perseroan diwajibkan untuk memberikan CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat, kami berkewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat melalui penyaluran Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan atau yang masyarakat lebih kenal dengan istilah CSR,” kata  I Made Arya dalam siaran persnya.

Sementara itu, kegiatan yang terkait Community Empowering terdiri dari program-program yang memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandiriannya.

Salah satunya adalah bantuan PLN untuk pendirian Rumah Karya Papua di Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua, pada Rabu (3/3). Rumah yang dirintis mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Sunan Kalijaga (UIN Suka) tersebut akan menjadi salah satu pusat ekonomi kreatif masyarakat di Nimbokrang.

Peresmian Rumah Karya Papua merupakan keberlanjutan program KKN melalui kerja sama antara UIN Sunan Kalijaga dan PT PLN (Persero).

Program tersebut didanai penuh oleh PLN sebagai pengembangan Corporate Social Responsibillity (CSR) melalui program PLN Peduli.

Gagasan mahasiswa KKN dinilai sejalan dengan tujuan PLN Peduli dalam memberikan akses secara lebih luas kepada masyarakat dalam menunjang kemandiriannya.

Program ini dinilai mampu memberikan sumbangsih besar untuk memajukan perekonomian masyarakat di Nimbokrang, Papua.

Contoh lain dari kegiatan Community Empowering ini bisa dilihat kisah Asrori, pria asal Betet, Nganjuk, Jawa Timur yang menggunakan sinar UV dari PLN untuk menyinari aneka sayuran hidroponiknya.

Ia mengklaim hasil panen tanaman hidropohniknya meningkat tajam setelah menggunakan lampu UV sebagai pengganti cahaya Matahari waktu malam hari.

“Berkat sinar lampu UV, nutrisi yang dibutuhkan tanaman hidroponik terus terjaga serta mendapatkan cukup sinar Matahari 24 jam penuh. Sehingga tanaman tumbuh lebih optimal,” jelas dia dalam keterangan tertulisnya di situs resmi PLN.

TERBARU

spot_img